Ketegangan antara Korea Utara dan Korea Selatan, Selasa (23/11), meruncing. Pemicunya serangan artileri Korut ke Korsel. Tembakan yang mengenai sejumlah bangunan itu pun dibalas Korsel.
Seorang saksi mata yang dikutip televisi YTN, Seoul, menyebutkan, sekitar 60 hingga 70 rumah terbakar setelah serangan tersebut. Serangan itu melukai sejumlah tentara dan belasan warga Korsel.
Saksi itu juga menyebutkan, listrik di pulau yang berbatasan dengan Korut, Yeonpyeong, sudah padam. Warga dievakuasi ke tempat perlindungan bawah tanah atau bunker.
Pihak militer mengkonfirmasi adanya serangan balasan. Namun, militer enggan menyebutkan secara rinci terkait serangan tersebut. Militer Korsel kini menetapkan kondisi siaga. Sejumlah pesawat tempur dikerahkan ke wilayah perbatasan Korsel-Korut.
Presiden Korsel Lee Myun Bak langsung menggelar rapat darurat di Seoul, guna menanggapi serangan tersebut. Insiden ini merupakan yang terburuk sepanjang perang Korea, awal 1950-an.(IKA)
Seorang saksi mata yang dikutip televisi YTN, Seoul, menyebutkan, sekitar 60 hingga 70 rumah terbakar setelah serangan tersebut. Serangan itu melukai sejumlah tentara dan belasan warga Korsel.
Saksi itu juga menyebutkan, listrik di pulau yang berbatasan dengan Korut, Yeonpyeong, sudah padam. Warga dievakuasi ke tempat perlindungan bawah tanah atau bunker.
Pihak militer mengkonfirmasi adanya serangan balasan. Namun, militer enggan menyebutkan secara rinci terkait serangan tersebut. Militer Korsel kini menetapkan kondisi siaga. Sejumlah pesawat tempur dikerahkan ke wilayah perbatasan Korsel-Korut.
Presiden Korsel Lee Myun Bak langsung menggelar rapat darurat di Seoul, guna menanggapi serangan tersebut. Insiden ini merupakan yang terburuk sepanjang perang Korea, awal 1950-an.(IKA)
source : metrotvnews.com








0 komentar:
Posting Komentar
TERIMA KASIH TELAH BERKOMENTAR